BERITA

KEWASPADAAN KASUS CIKUNGUNYA

Selasa, 28 Juni 2022   Admin   35  

Chikungunya adalah infeksi virus yang ditandai dengan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Virus ini menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah.

Penyebab Chikungunya

Chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kedua nyamuk tersebut adalah jenis nyamuk yang juga menularkan penyakit demam berdarah dan virus Zika. Umumnya, nyamuk ini menggigit di siang dan malam hari.

Nyamuk Aedes mendapatkan virus Chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan terjadi bila orang lain digigit oleh nyamuk pembawa virus chikungunya. Meski demikian, virus chikungunya hanya menular melalui nyamuk dan tidak menyebar secara langsung antarmanusia.

Chikungunya dapat menyerang siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini lebih tinggi pada bayi baru lahir, orang usia 65 tahun ke atas, dan orang dengan kondisi medis lain, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Gejala Chikungunya

Pada beberapa kasus, chikungunya tidak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, kebanyakan penderita mengalami gejala yang timbul dalam 3–7 hari setelah tergigit oleh nyamuk pembawa virus. Gejala yang timbul tersebut umumnya dapat berupa:

  • Demam hingga 39°C
  • Ruam kemerahan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nyeri tulang
  • Sendi bengkak
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Mual

Pada umumnya, gejala di atas akan membaik dalam 1 minggu. Namun, pada sebagian penderita, nyeri sendi dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. Selain itu, meski sangat jarang, gejala chikungunya yang parah juga bisa menyebabkan kelumpuhan sementara.

 

 

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan di atas, atau jika sebelumnya Anda mengunjungi daerah yang banyak terdapat kasus chikungunya.

Jangan tunda ke dokter jika mengalami gejala seperti gangguan penglihatan, nyeri perut, perdarahan, penurunan kesadaran, nyeri parah, dan sendi bengkak.

Pencegahan Chikungunya

Pencegahan chikungunya dilakukan dengan menurunkan risiko terkena gigitan nyamuk, salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui tindakan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air
  • Mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menampung air

Sedangkan tindakan Plus (tambahan) yang dapat dilakukan untuk membantu 3M, yaitu:

  • Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Menggunakan obat anti-nyamuk
  • Memasang kawat anti-nyamuk di jendela dan ventilasi rumah
  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian di ruang terbuka
  • Memperbaiki saluran air yang tidak lancar
  • Bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar

Bila hendak bepergian ke daerah endemik chikungunya, lakukan beberapa langkah pencegahan tambahan berikut:

  • Menggunakan losion anti-nyamuk dengan kandungan N, N-diethyl-3-methylbenzamide (DEET) secara rutin
  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang setiap waktu
  • Menggunakan kelambu saat tidur, terutama di siang hari
  • Menggunakan obat pengusir nyamuk

 

Sumber : https://www.alodokter.com/chikungunya

  • Share on :

  • Berita Populer
  • Kamis, 03 Oktober 2019

    KELUARGA SEHAT