Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi lintas perangkat daerah guna memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat ini bertujuan untuk memastikan program berjalan optimal sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, mulai dari pengadaan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kendala lapangan serta merumuskan langkah pencegahan terhadap risiko, termasuk kasus keracunan makanan yang sempat terjadi sebelumnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Sumbawa menekankan pentingnya keterlibatan sektor pertanian dan peternakan dalam mendukung pasokan bahan pangan lokal untuk program MBG. Hal ini tidak hanya menjamin ketersediaan sayur, daging, dan telur yang berkelanjutan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Ia juga menyoroti perlunya seleksi ketat terhadap mitra penyedia makanan agar kualitas, keamanan, dan ketepatan distribusi dapat terjaga.
Sekretaris Daerah Sumbawa turut mengingatkan pentingnya koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN), terutama terkait pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga koperindag, sangat krusial untuk memastikan data sasaran program akurat serta menjamin kelancaran logistik di lapangan. Sementara itu, Asisten Daerah menekankan perlunya pengelolaan limbah dapur secara ramah lingkungan, pemenuhan kebutuhan air bersih, serta kesiapsiagaan Puskesmas dalam mengantisipasi potensi keracunan makanan.
Masukan juga datang dari Kepala Bappeda yang menekankan pembangunan SPPG di wilayah dengan penerima manfaat terbanyak agar distribusi makanan lebih efisien. Ia menambahkan bahwa penerapan SOP serta sertifikasi higienis dan halal wajib dipenuhi oleh setiap SPPG. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan terkait ketersediaan bahan pangan seperti sayuran, susu, dan telur yang sebagian besar masih bergantung dari luar daerah, sehingga pemberdayaan petani dan peternak lokal perlu lebih ditingkatkan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan melakukan pendataan rutin terhadap ketersediaan bahan pangan lokal serta kebutuhan mingguan setiap SPPG. Evaluasi berkala, pelatihan bagi tenaga pengolah makanan, hingga keterlibatan Puskesmas dalam inspeksi dapur akan diperkuat. Dengan koordinasi yang solid antarperangkat daerah, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan lebih akuntabel, berkelanjutan, dan benar-benar memberi dampak positif bagi kesehatan anak-anak usia sekolah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan peluncuran Gerakan Penanaman Pohon dengan penguatan ekosistem inovasi melalui Seminar Innovation Hub dan pengumuman pemenang LIDA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan daerah yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.
Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.
Sumbawa, SelarasNews.id -Dalam mewujudkan Koperasi Merah Putih (KMP) Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini sedang menyiapkan lahan dan gerai. βSaat ini kami memiliki banyak model lahan baik itu yang dimiliki pemda maupun desa yang sedang diproses administrasinya sehingga memenuhi administrasi pengelolaan aset,β ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Rabu, (10/12).